PEMBUANGAN TINJA MANUSIA

September 4, 2008

.A. PENGERTIAN TENTANG KAKUS

Sebagai penambah wawasan bagi pembaca dalam contoh pengelolaan tinja, akan
dipaparkan sarana kontruksi yang sangat sederhana dan murah yaitu memakai kakus/
jamban cubluk berventilasi / leaching pit, dan apapun sebutannya dilain tempat.

Orang yang terkena diare, kolera dan infeksi cacing biasanya mendapatkan infeksi ini
melalui tinja. Seperti halnya sampah, tinja juga mengundang k edatangan lalat dan hewan-
hewan lainnya. Lalat yang hinggap di atas tinja yang mengandung kuman-kuman dapat
menularkan kuman-kuman itu lewat makanan yang dihinggapinya, dan manusia lalu
memakan makanan tersebut sehingga berakibat sakit. Karena itulah manus ia tidak boleh
membuang sampah sembarangan.
Bila orang-orang berak di dekat sungai atau sumber air lainnya, maka air tersebut akan
menjadi sakit.

Guna mencegah penularan penyakit yang disebabkan oleh tinja, maka orang -orang
seyogyanya tidak membuang tinja di tempat-tempat yang mudah disentuh oleh manusia,
lalat, burung dan binatang-binatang lainnya, atau juga tidak membuang tinja yang
menyebabkan air minum tercemar. Itulah sebabnya setiap keluarga harus mempunyai
kakus untuk keperluan masing-masing keluarga.

Bila dipikir mendalam, sebenarnya jika tinja manusia dibiarkan dalam sebuah lubang
galian tanah, selama 2 – 3 bulan kemudian tinja itu akan menjadi pupuk. Pupuk ini dapat
dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.

1. Masyarakat tidak memiliki kakus.
Dalam keadaan demikian akan terdapat ancaman, terutama bila tempat pembuangan
tinja itu berjarak kurang dari 20 meter dari ruimah atau pada jalan yang mengarah ke
rumah.
1) anjurkan kepada kepala keluarga untuk memberitahu seluruh anggota keluarganya
agar membuang hajat besar di kakus atau tempat yang jauh dari rumah.
2) anjurkan kepada masyarakat dan secara partisipatif untuk membangun kakus dan
buatlah agar mereka mampu menggunakannya secara benar.

2. Apabila mereka buang air besar di sungai.
Maka sungai menjadi kotor, dan hal itu akan membahayakan orang-orang yang
mengambil air sungai tersebut untuk kepentingan rumah tangga. Karena itulah
sarankan kepada orang-orang maupun anak-anak untuk tidak membuang hajat di :
1) sungai
2) tempat yang berjarak 20 meter dari sungai
3) jalan kecil ( jalan setapak ) yang menuju ke sungai

3. Bila orang-orang buang air besar di sawah atau hutan
Dalam hal ini tidak banyak penyakit yang akan ditimbulkan :
1) asalkan tempat itu berjarak sekurang-kurangnya 20 meter dari rumah, sumber air,
sumur, sungai dan sejenisnya.
2) asalkan tinja itu dibuang ditempat yang jauh dari jalan umum atau jalan-jalan
setapak lainnya.
Diudara terbuka, seyogyanya bila membuang tinja dipilih di tempat yang terkena
sinar matahari, cara ini lebih baik dibanding bila anda membuang tinja di tempat yang terl indung atau gelap. Matahari dapat membunuh bakteri dan kuman-kuman yang
terdapat di dalam tinja.. Namun bagaimanapun yang harus selalu diingat adalah
bahwa anjurkan kepada orang-orang lainnya untuk membuang tinja -tinja itu di kakus.

4. Bila orang-orang mempunyai kakus, tetapi tidak menggunakannya secara baik.
Berikan saran-saran kepada para kepala keluarga agar :
1) tidak ada tinja yang tertinggal ( menempel ) pada dinding luar bibir kakus.
2) membersihkan dan menyikat dinding kakus itu secara teratur.

5. Bila mereka menggunakan kakus secara baik
Meskipun orang-orang secara hati-hati menggunakan kakus -kakusnya dan mereka
juga secara teratur membersihkannya, namun dapat saja anak -anak mereka menderita
penyakit yang disebabkan oleh menyebarnya kuman-kuman yang berasal dari tinja.
Hal tersebut di atas mungkin menggunakan kakus mereka secara ceroboh. Karena itu,
guna mengatasi masalah ini sebaiknya orang -orang yang telah secara benar dapat
memakai dan merawat kakusnya membantu orang -orang yang belum dapat memakai
dan merawat kakus yang mereka milikinya.

6.Apakah persyaratan kakus yang benar.
Kakus yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1) terletak di dataran rendah, dan berjarak sekurang-kurangnya 20 meter dari
sumber -sumber air ( sungai, sumur, mata air, kolam dan sebagainya )
2) berjarak sekurang-kurangnya 20 meter dari pemukiman.
3) tandon penampung tinja sekurang-kurangnya sedalam 1 meter.
4) mempunyai tutup kakus yang terbuat dari bahan yang kuat yaitu beton ( contoh
yang paling baik ) atau kayu yang memungkinkan tinja dan air dapat melewatinya
ke bawah secara mudah. Lubang itu harus kecil, sedemikian rupa sehingga anak -
anak juga dapat menggunakannya. Seyogyanya lubang tersebut diberi penutup.
5) mempunyai dinding dan atap yang terbuat dari bahan yang mudah didapat kan,
murah dan mudah untuk diperbaiki.
6) dijaga kebersihannya. Untuk hal ini, sediakan sapu dan air di dalam ember ya
dapat digunakan membersihkan kakus.
Apakah ciri-ciri bahwa sebuah kakus digunakan secara baik.
Ciri -cirinya adalah :
1) semua anggota rumah tangga menggunakannya.
2) kebersihan selalu dijaga, yaitu lantai dan dinding penutup kakusnya selalu dic
setiap kali dipakai.
3) lubang kakus selalu ditutup bila kakus tersebut sedang tidak digunakan
4) bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membersihkan diri sela lu tersedia setiap s
misalnya air, sabun, gayung pangambil air.
5) tandon kakus dapat dikosongkan bila tinja di dalamnya sudah penuh, atau tand
berikutnya dapat dipakai ( Twin leaching pit / dengan cubluk kembar ) bila tand
yang satunya sudah penuh.
. Difinisi Tinja ( Ekskreta )
Yaitu sebagai kotoran manusia yang berbentuk padat, dengan berat basah tinja t
individu berkisar antara 20 gram – 1,5 killogram.

Mikroorganisme Patogen dalam tinja :
1. Virus :
- Adenovirus,
- Enterovirus ( Polliovirus ) Hepatitis A,
- Reovirus,
- Rotavirus ( Penyebab diare ).
2. Bakteria:
- Escherichia coli,
- Salmonella paratyphi,
- Salmonella typhy,
- Salmonella spp,
- Shigella Sonner,
- S.Hexneri,
- S.dysentri,
- Vibrio cholerae.
1. Protozoa :
- Balatidium coli ( diare, disentry )
- Entamoeba histolyka ( disentry amoeba, abses hati )
- Giardia Lambria ( diare amoeba dan malabsorpsi )
2. Cacing :
- Ancylostoma ( Penyakit Ancylostomasis )
- Ascaris Lumbricoides ( Ascariasis )
- Shistosoma japanicum (Schistosomiamis )
- Taenia saginata ( Taeniasis )
- Taenia solium ( Taeniasis )
- Tricuris tri chiura ( trichuriasis )
5. Tempat vektor penyakit : nyamuk, lalat, kecoa.
D. Manfaat Pengolahan Tinja Manusia
1. Memotong jalur transmisi pada sumbernya.
2. Segi estetika pemandangan, penciuman yang kurang sedap.
E. Bentuk-Bentuk Konstruksi Jamban
1. Jamban cubluk berventilasi.
2. Jamban plesengan berventilasi
3. Jamban leher angsa.( tuang siram )

Sumber : Panduan dan Modul Pelatihan SANIMAS untuk Promosi Kesehatan Lingkungan, Juni 21, 2002

Entry Filed under: Kesehatan. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


UANG GRATIS

KALENDER

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

KALENDER HIJRIAH


Blog Stats

Konsultasi

Kirim Pesan YM

Tulisan Teratas

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

jalan-jalan di Flash Disk Lock 1.6 solusi kea…
jalan-jalan di Download Smadav 2009 Rev 7 ter…
jalan-jalan di Download Avira AntiVir Persona…
Nanda Ch di PERANGI SAMPAH ! JADIKAN KONSE…
budi di Memperbaiki file PDF YANG RUSA…

Polling

Halaman

Arsip

Blogroll

Link