Archive for Juli 8th, 2008

MENCIPTA MIMPI DALAM AKSI

Setiap manusia dimodali dengan kemampuan penuh untuk mengkreasi dan melakukan inovasi. Semua modal dasar untuk perbaikan telah Tuhan anugrahkan sebagai bagian rakhmat yang tak terkira besarnya. Semua tinggal keputusan dari pribadi-pribadi tersebut untuk melakukan atau tidak sesuai dengan tingkat pemahaman yang mereka dapatkan.
Mimpi merupakan salah satu hal yang menjadi dasar terciptanya perubahan atau inovasi yang pada ujungnya menggerakkan perubahan dan dinamisme kehidupan dunia. Mimpi hanya akn menjadi barang rongsokan tanpa adanya tindakan atau aksi yang manusia lakukan. Mimpi akan seperti lembaran putih kertas yang akan tetap tidak mempunyai fungsi selama tidak ada catatan penting yang kita goreskan di atasnya.
Mimpi HARUS DIKREASI, artinya harus muncul dalam wujud sebuah aksi untuk mewujudkannya sebagai sebuah bentuk bangunan yang kita inginkan. TIDAK ADA KATA BESOK UNTUK SEBUAH PERUBAHAN, begitu pula mengkreasi mimpi, TIDAK ADA KATA NANTI UNTUK MENGKREASI SEBUAH MIMPI.
Mimpi teramat penting, sejauh itu bukan sekedar konsep basi tanpa aksi. SELAMAT BAGI ANDA YANG SUDAH PUNYA MIMPI dan sesungguhnya DUNIA MENUNGGU AKSI ANDA UNTUK MEMBANGUN MIMPI MENJADI BANGUNAN INDAH KEHIDUPAN ANDA.

SELAMAT BERKREASI….!!!
Sumber : http://rriyanto.blogspot.com

Add comment Juli 8, 2008

Animal Instink

“Kemajuan, kesuksesan dan kenikmatan yang kita raih dapat menguburkan kita ke tanah pemakaman yang disebut ‘comfort-zone’.”
Beberapa saat sebelum badai Tsunami menerjang Aceh dan beberapa belahan dunia yang lain, seorang korban di Aceh yang berhasil selamat menuturkan di sebuah harian bahwa ia sempat curiga dengan burung-burung yang berwarna putih berterbangan. “Pertanda buruk,” katanya sambil berbalik arah menuju bukit. Benar, beberapa saat kemudian air laut meluap di depan mata. Rupanya binatang mempunyai naluri yang baik akan tanda-tanda alam. Di Sri Lanka, seperti dilaporkan CNN, juga jarang ditemukan bangkai binatang, meskipun jasad manusia bertumpuk di mana-mana. “No elephants are dead, not even a dead hare or rabbit. I think animals can sense disaster. They have a sixth sense. They know when things are happening,” kata H.D. Ratnayake, Deputy Director of Sri Lanka’s Wildlife Department, seperti
dikutip CNN.
Lain lagi dengan apa yang dilaporkan New York Post – Online Edition. Beberapa sukarelawan penyayang binatang yang juga bergerak setelah badai Tsunami itu menemukan kenyataan bahwa justru yang banyak menjadi korban adalah binatang piaraan di rumah-rumah, jarang ditemukan korban dari binatang liar. “Wild animals seemed to sense the massive tidal wave approaching, and escaped to higher ground. But many pets refused to abandon their human owners, and livestock was often penned or tied down and could not escape,” kata seorang a animal-welfare experts said seperti dutilis New York Post – Online Edition.
Menarik, beberapa binatang piaraan segan untuk meninggalkan rumah pemiliknya dan mati bersama-sama dengan tuannya. Di satu sisi ini bisa kita pahami sebagai bentuk ‘kesetiaan’, di pihak lain –ini yang saya duga– binatang piaraan itu sudah “mati rasa” instingnya dibanding binatang sejenis yang masih ada di hutan belantara. Barangkali mereka sudah terlalu lama menjadi binatang piaraan, sehingga tidak bisa bergerak dari daerah “comfort-zone”-nya.
Dalam hal tertentu, kemajuan yang diciptakan manusia telah menciptakan jebakan kepada dirinya sendiri. Seperti halnya nasib binatang piaraan itu, manusia pun akhirnya mati terkubur bersama “kemajuan” yang diciptakan di tanah yang disebut “comfort-zone” itu. Manusia lupa, bahwa mereka harus tetap bersahabat dengan alam, dengan tetap mengasah insting.
Sumber : http://www.kingsonsurya.com

Add comment Juli 8, 2008

Kekuatan Kata-Kata

Oleh : Hendra Arif

Kata-kata yang kita ucapkan, diucapkan keluar ataupun sekedar dalam hati, memiliki pengaruh yang luar biasa. Baik kepada diri sendiri, maupun kepada orang lain
Seringkali kita menyalahkan diri sendiri bahkan orang lain karena kegagalan dalam mencapai apa yang kita inginkan. Kemudian berkata “ Saya memang tidak berbakat”, “ Saya tidak mungkin mencapai apa yang saya inginkan”, “ Saya memang orang yang bodah”, dan sebagainya.
Apa yang kita ucapkan tersebut merupakan doa bagi kita sendiri. Misalnya anda berkata ” saya memang tidak berbakat dalam hal ini”. Kalimat tersebut akan mempengaruhi pikiran anda yang kemudian mempengaruhi pikiran bawah sadar untuk mewujudkan apa yang anda katakan sehingga benar-benar terjadi. Hal tersebut akan tumbuh menjadi keyakinan anda. Bila anda berkata ”tidak bisa” maka akan menjadi benar-benar tidak bisa. Lebih baik kita berkata-kata yang positif sehingga yang terjadi adalah hal yang baik.
Saya teringat akan ungkapan ” what do you believe, what do you become”. Apa yang kamu yakini, akan menjadi menjadi kenyataan bagimu. Bila anda berkata “bisa” maka akan timbul keyakinan dalam diri anda bahwa anda bisa sehingga dalam kenyataannya memang anda bisa.
Anda ingat akan cerita Malin Kundang, dia dikutuk menjadi batu karena kata-kata ibunya. Sungguh hebat kekuatan dari kata-kata.
Apa pula jadinya bila kita mengatakan pada anak kita, “Kok begitu saja tidak bisa?”, “Kamu kok tidak sepandai dia?”, “Dasar pemalas!”, “Anak nakal!” dsb.
Berbaiklah kepada diri Anda dan orang-orang yang Anda cintai. Caranya: Berhentilah menggunakan kata-kata negatif. Gunakan kata-kata positif. Daripada mengatakan, “Saya tidak bisa”, lebih baik kita mengatakan “Saya memang belum bisa. Tapi saya akan belajar sampai bisa!”.
Daripada mengatakan kepada anak “Kok begitu saja tidak bisa?”, lebih baik kita katakan, “Anak pintar, coba kita kerjakan sama-sama PR kamu.” Kemudian kita duduk bersama mengerjakan hal-hal yang ingin dihindarinya. Dengan begitu, kita akan tahu dimana letak kelebihan dan kelemahannya, dan kita dapat memberi arahan yang lebih baik untuk anak kita.
Penelitian Masaru Emoto membuktikan bahwa pikiran, kata-kata, ide dan musik akan mempengaruhi struktur molekul air. Ia menulis di atas secara kertas, “Fool” (Bodoh) dan “Thank You” (Terima Kasih), dan menempelkannya di dua buah botol berisi air.
Dengan metode fotografi kristal airnya, ia membuktikan bahwa air yang diberi tulisan “Thank You” akan membentuk kristal heksagonal yang indah. Sementara itu, air yang diberi tulisan “Fool”, kristal airnya akan pecah dan rusak.
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kata-kata dapat memberikan kekuatan bagi kita. Kata-kata dapat memberikan hal positif maupun negatif bagi kita tergantung kita sendiri bagaimana kita menggunakan kata-kata. Kita menjadi sukses atau tidak tergantung bagaimana kita berkata-kata pada diri sendiri
Ingat! Stop menggunakan kata-kata negatif. Saya yakin Anda dapat melakukannya.

Add comment Juli 8, 2008


UANG GRATIS

KALENDER

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

KALENDER HIJRIAH


Blog Stats

Konsultasi

Kirim Pesan YM

Tulisan Teratas

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

budi di Memperbaiki file PDF YANG RUSA…
ifnudewa di Konversi Windows XP bajakan ke…
islamarket.net di Konversi Windows XP bajakan ke…
islamarket.net di Menampilkan komponen Windows y…
WAHYU........ di Mengubah file sistem fat / fat…

Polling

Halaman

Arsip

Blogroll

Link