Bagaimana Merawat Komputer
Juni 7, 2008
Oleh : Hendra AW
ANDA punya komputer baru? Jangan lupa untuk selalu merawatnya. Cara bagaimana merawatnya?Ini sedikit tips dari saya
Perhatikan langkah-langkah berikut ini:
Langkah 1: Kenali sistem Anda
Langkah pencegahan pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuat inventori sistem
komputer. Informasi tersebut diperlukan saat Anda hendak memperbaiki atau menyervis
komputer.
Mulailah dengan mencatat nomor seri dan nomor model. Catatan ini berguna bagi
manufaktur untuk menentukan jenis komponen yang ada dalam sistem Anda. Bila Anda
telah menambahkan suatu komponen, sebutkan model dan nomor versinya.
Anda juga mesti mengenal konfigurasi sistem secara detail. Pada komputer-komputer
berbasis Windows, hal ini berarti mengopi dan mencetak beberapa file sistem penting
yang akan berguna ketika timbul masalah dan Anda memerlukan bantuan seorang teknisi.
Cara yang paling sederhana untuk mengamankan file konfigurasi sistem adalah dengan
menjalankan program Sysedit. Kalau memakai Windows ME ke bawah seperti 95, 98
jalankan Windows Explorer dan kliklah subdirektori System pada direktori Windows di
dalam hard disk. Klik dua kali file Sysedit, maka akan muncul semua file sistem — mulai
dari AUTOEXEC.BAT sampai SYSTEM.INI — di jendela Wordpad. Semua itu bisa
Anda simpan dalam disket atau dicetak. Jika menggunakan Windows 3.1, temukan ikon
Sysedit dalam grup Main.
Anda pun bisa melakukan dengan cara lain, memakai software baru yang tak hanya
melaporkan konfigurasi sistem, melainkan juga secara otomatis mengatasi beberapa
konflik konfigurasi, silahkan cari pada blog ini (http://99computer.blogspot.com)
Seandainya menggunakan Macintosh, Anda tak perlu mengopi file sistem, tapi cukup
membuat daftar semua file INIT dan CDEV — biasa disebut sebagai system extensions –
yang berisi program pembuka (start-up).
Konflik-konflik yang terjadi di antara file-file tersebut merupakan sumber malapetaka
yang biasa terjadi pada mesin-mesin Mac.
Anda bisa melihat daftar file tadi dengan Extensions Manager Control Panel, yang juga
bisa Anda gunakan untuk menghilangkan satu atau lebih extension, sehingga lewat proses
eliminasi tadi, Anda dapat mengidentifikasi file mana yang mengakibatkan masalah. Hanya saja, Extensions Manager tak memungkinkan Anda untuk mencetak daftar itu.
Bila diinginkan, Anda bisa mencetak seluruh layar (print screen).
Langkah 2: Buat CD/DVD ‘boot’ darurat
Kalau komputer mengalami masalah sehingga Anda tak bisa mengakses hard disk, Anda
mesti menggunakan cara lain agar bisa mem-boot sistem. Gunakan CD boot darurat.
Mesin-mesin Macintosh biasanya sudah dilengkapi dengan bootable CD-ROM dan
bootable disket, seperti halnya Norton Utilities untuk Macintosh — sesuatu yang harus
dimiliki pengguna Mac. Untuk PC berbasis Windows, Anda harus membuat sendiri
disket boot itu, menggunakan Add/Remove Programs di control panel.
Pilih Startup Disk tab, dan lalui seluruh proses yang berjalan di bawah Windows 3.1 ini,
Anda harus membuat disket sendiri. Keluarlah ke DOS prompt dan ikuti perintah di
bawah ini. Siapkan satu disket kosong saat Anda menjalankan perintah (jangan lupa
untuk memberi nama label), lalu ketik: – Format /S A: – Copy C:\AUTOEXEC.BAT A: -Copy
C:\CONFIG.SYS A: – Copy C:\WINDOWS\SYSTEM.INI A: – Copy
C:\WINDOWS\WIN.INI A:
Langkah 3: Setel ‘hard disk’ secara teratur
Karena merupakan tempat penyimpan aplikasi, dan yang lebih penting, file data yang
Anda buat dengan aplikasi tadi, hard disk membutuhkan perhatian khusus agar dapat
tetap bekerja optimal. Setiap hari Anda membuat file baru, menghapus yang tak
dibutuhkan lagi, dan meng-update file-file yang ada.
Karena cara Windows dan Mac OS menyediakan tempat untuk file, hard disk dapat
terpecah-pecah (fragmented). File ditempatkan dalam ruang-ruang kecil di seluruh hard
disk, karena tak ada tempat yang cukup besar untuk menyimpannya. Hard disk yang telah
ter-fragmented akan membuat akses menjadi lambat dan membuatnya sulit diperbaiki
jika terjadi kesalahan (error).
Untuk menyatukan kembali (defragment) hard disk berbasis Windows, gunakan program
Disk Defragmenter di dalam Programs/Accessories/System Tools. Pada Mac, gunakan
program bantu semacam Speed Disk yang ada pada Norton Utilities khusus Mac. Anda
mesti men-defrag hard disk tiap enam bulan sekali. Anda juga harus men-defrag-nya
setiap kali membuat atau menghapus sejumlah besar file dalam satu jangka waktu
pendek.
Kadang-kadang areal penyimpan yang disebut “sektor” (sector) rusak (bad). Suatu utiliti
yang disebut disk scanner dapat mendeteksi kerusakan yang digolongkan berat (hard)
dan membuatkan semacam “pelindung” sektor sehingga sistem operasi yang berjalan takmenggunakannya untuk menyimpan file. Sebaliknya, disk scanner hanya akan
mendeteksi adanya kerusakan ringan (soft jika kehilangan jejak satu atau beberapa file.
ScanDisk (dapat ditemukan dalam tool Program/Accessories/System) merupakan disk
scanner yang sudah terpasang dalam Windows 95 dan dapat mendeteksi kesalahan
(error) baik yang berat (hard) maupun gampang (soft).
Pada Mac, Anda bisa menggunakan program Disk First Aid yang biasa ada pada Disk
Doctor Utility di dalam Norton Utilities untuk Macintosh.
Seyogyanya Anda menjalankan hard disk scan tersebut setidaknya tiap bulan. Jika
komputer Anda mengalami masalah (crash atau hang) dan tiba-tiba mati tanpa melalui
prosedur yang seharusnya, jalankan segera disk scan begitu reboot.
Langkah 4: Menyimpan dengan perencanaan
Anda punya segudang alasan mengapa mesti mengatur simpanan file di dalam hard disk.
Pertama, itu memudahkan proses “cuci gudang” — penghapusan file-file yang sudah tak
berguna lagi. Kedua, menyimpan data secara teratur dan terkategori sesuai folder masing-masing
akan mengurangi risiko Anda menghapus program atau data penting. Dan yang
lebih penting, hard drive yang tertata baik lebih mudah dan lebih cepat di-back-up.
Buatlah folder bagi tiap program dan isilah hanya dengan data yang sesuai. Atau, buatlah
folder untuk setiap anggota keluarga. Dengan memberinya nama file dan folder akan
membantu Anda untuk mengingatnya — bahkan jika suatu saat Anda telah lupa mengapa
membuatnya — dan menghapus data yang sudah tak dipakai.
Langkah 5: Buatlah ‘backup’ data
Membuat back up juga berarti mengopi, sehingga jika suatu saat data aslinya rusak atau
hilang, Anda masih bisa memakai duplikatnya. Anda dapat mem-back up hard disk ke
dalam disket atau hard drive tambahan (removable).
Seberapa sering Anda perlu membuat back up tergantung pada sepenting apa waktu
Anda. Kalau Anda sedang mengerjakan file-file penting, simpanlah ke dalam disket dan
hard disk. Jika Anda menjalankan bisnis rumah tangga, Anda mesti menginvestasikan
tape back up drive dan lakukan back up setiap hari.
Back up-lah data ke dalam folder data seminggu sekali dan buatlah secara lengkap enam
bulan sekali.
Langkah 6: Jauhkan virus
Serangan virus selalu mengintip setiap saat, terutama bila Anda sering bermain Internet.
Untuk mencegah menularnya virus, gunakan program-program antivirus yang banyakmenggunakannya untuk menyimpan file. Sebaliknya, disk scanner hanya akan
mendeteksi adanya kerusakan ringan (soft jika kehilangan jejak satu atau beberapa file.
ScanDisk (dapat ditemukan dalam tool Program/Accessories/System) merupakan disk
scanner yang sudah terpasang dalam Windows 95 dan dapat mendeteksi kesalahan
(error) baik yang berat (hard) maupun gampang (soft).
Pada Mac, Anda bisa menggunakan program Disk First Aid yang biasa ada pada Disk
Doctor Utility di dalam Norton Utilities untuk Macintosh.
Seyogyanya Anda menjalankan hard disk scan tersebut setidaknya tiap bulan. Jika
komputer Anda mengalami masalah (crash atau hang) dan tiba-tiba mati tanpa melalui
prosedur yang seharusnya, jalankan segera disk scan begitu reboot. beredar. Lakukan pemeriksaan virus sesering mungkin guna mencegah meluasnya
infeksi.
Langkah 7: Jangan ubah program
Sekali Anda memasukkan satu program ke dalam sistem Windows, jangan ubah nama
(rename) direktori programnya atau memindahkan file-nya ke tempat lain. Kalau tidak,
komputer Anda akan kehilangan jejak untuk menelusurinya.
Anda dapat menempatkan data — yang Anda buat dengan aplikasi — di mana saja. Jika
Anda harus mengubah tempat suatu aplikasi, gunakah Add/Remove Programs di Control
Panel Windows 95.
Langkah 8 : Kosongkan / matikan system restore
System restore merupakan jejak dari aplikasi-aplikasi yang telah diuninstall. Semakin anda sering menguninstall, semakin banyak file restore poin yang tersimpan. Bila terlalu banyak maka akan memperlambat kinerja komputer anda. Selain itu, system restore merupakan tempat yang paling disukai oleh virus.
1. Untuk melihatnya buka folder option-view-kemudian pada advance setting hilangkan centang pada :
Hide extensions for known file tipe
Hide protected operating system file (recommend), kemudian pilih “yes”
Centang show file and folder
2. Untuk mengosongkan system restore : klik kanan tiap drive (C/ D) – klik disk cleanup- pilih more option- pada system restore klik clean up-yes-ok-yes
3. Untuk menonaktifkan system restore : klik kanan my computer –pilih system restore-klik turn off system restore-ok-yes
Langkah 9: Jaga kebersihan komputer
Debu dapat merusak komponen di dalam komputer. Bersihkan selalu komputer setiap
saat. Bila perlu, gunakan tutup pelindung bila sedang tak digunakan.
Langkah 10: Matikan komputer sesuai prosedur
Windows dan Mac OS menyediakan metode standar untuk mematikan komputer: disebut
shut down menu. Gunakan metode tersebut untuk menghindarkan komputer dari konflik
listrik.
Langkah 11: Pasang UPS
Bila modal cukup sebaiknya tambahkan perangkat pengaman seperti UPS, ini bertujuan
bila listrik tiba-tiba mati atau tegangan kurang stabil maka komputer tidak langsung mati. beredar.
Entry Filed under: Komputer. .

Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed