Archive for Juni 7th, 2008
Pengetahuan
Oleh : Hendra AW
1. Pengertian
Pengetahuan adalah merupakan hasil “tahu”, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu.(Notoatmodjo, 1997). Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan lain sebagainya).
2. Tingkatan Pengetahuan
Pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 (enam) tingkatan, yaitu :
a. Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu, tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan dan sebagainya.
b. Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari.
c. Aplikasi (application)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi di sini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip, dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain.
d. Analisis (analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam satu struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja, seperti dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya.
e. Sintesis (synthesis)
Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. Misalnya, dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat meringkas, dapat menyesuaikan, dan sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang telah ada.
f. Evaluasi (evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian ini didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.(Notoatmodjo, 2003).
3. Faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan
Menurut Lukman, Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan yaitu :
a. Umur
Singgih (1998), mengemukakan bahwa makin tua umur seseorang maka proses-proses perkembangan mentalnya bertambah baik, akan tetapi pada umur tertentu, bertambahnya proses perkembangan mental ini tidak secepat seperti ketika berumur belasan tahun. Selain itu Abu Ahmadi (2001), juga mengemukakan bahwa memang daya ingat seseorang itu salah satunya dipengaruhi oleh umur. Dari uraian ini maka dapat kita simpulkan bahwa bertambahnya umur seseorang dapat berpengaruh pada pertambahan pengetahuan yang diperolehnya, akan tetapi pada umur-umur tertentu atau menjelang usia lanjut kemampuan penerimaan atau mengingat suatu pengetahuan akan berkurang.
b. Intelegensi
Intelegensi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk belajar dan berfikir abstrak guna menyesuaikan diri secara mental dalam situasi baru.
Intelegensi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil dari proses belajar. Intelegensi bagi seseorang merupakan salah satu modal untuk berfikir dan mengolah berbagai informasi secara terarah sehingga ia mampu menguasai lingkungan (Khayan, 1997 : 34). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbedaan intelegensi dari seseorang akan berpengaruh pula terhadap tingkat pengetahuan.
c. Lingkungan
lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang. Lingkungan memberikan pengaruh pertama bagi seseorang, dimana seseorang dapat mempelajari hal-hal yang baik dan juga hal-hal yang buruk tergantung pada sifat kelompoknya. Dalam lingkungan seseorang akan memperoleh pengalaman yang akan berpengaruh pada pada cara berfikir seseorang. (Nasution : 1999)
d. Sosial budaya
Sosial budaya mempunyai pengaruh pada pengetahuan seseorang. Seseorang memperoleh suatu kebudayaan dalam hubunganya dengan orang lain, karena hubungan ini seseorang mengalami suatu proses belajar dan memperoleh suatu pengetahuan.
e. Pendidikan
Menurut Notoadmojo (1997) pendidikan adalah suatu kegiatan atau proses pembelajaran untuk mengembangkan atau meningkatkan kemampuan tertentu sehingga sasaran pendidikan itu dapat berdiri sendiri. Menurut Wied Hary A.(1996), menyebutkan bahwa tingkat pendidikan turut pula menentukan mudah tidaknya seseorang menyerap dan memahami pengetahuan yang mereka peroleh, pada umumnya semakin tinggi pendidikan seseorang makin semakin baik pula pengetahuanya.
f. Informasi
Menurut Wied Hary A (1996) informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan seseorang. Meskipun seseorang memiliki pendidikan yang rendah tetapi jika ia mendapatkan informasi yang baik dari berbagai media misalnya TV, radio atau surat kabar maka hal itu akan dapat meningkatkan pengetahuan seseorang.
g. Pengalaman
Pengalaman merupakan guru yang terbaik. Pepatah tersebut dapat diartikan bahwa pengalaman merupakan sumber pengetahuan, atau pengalaman itu suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh sebab itu pengalaman pribadi pun dapat digunakan sebagai upaya untuk memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu.(Notoadmojo 1997 : 13)
4. Kategori pengetahuan
Menurut (Arikunto, 1998) mengemukakan bahwa untuk mengetahui secara kualitas tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang dapat dibagi menjadi empat tingkat yaitu :
a. Tingkat pengetahuan baik bila skor atau nilai 76-100 %
b. Tingkat pengetahuan cukup bila skor atau nilai 56-75 %
c. Tingkat pengetahuan kurang bila skor atau nilai 40-55 %
d. Tingkat pengetahuan buruk bila skor atau nilai < 40 %
5. Pengukuran Pengetahuan
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang akan diukur dari subjek penelitian atau responden. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkatan-tingkatan di atas. (Notoatmodjo, 2003).
DAFTAR PUSTAKA
Alimul H, A. Aziz (2003). Riset Keperawatan Dan Tehnik Penelitian Ilmiah, Jakarta : Salemba Medika
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian ( Suatu Pendekatan dan Praktik ). Jakarta: Rieneka Cipta
Notoatmodjo,Soekidjo (1997). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Rineka Cipta
Notoatmodjo, Soekidjo (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
Taufik, M (2007). Prinsip –Prinsip Promosi Kesehatan Dalam Bidang Keperawatan. Jakarta : CV. Infomedika
8 comments Juni 7, 2008
Bagaimana Merawat Komputer
Oleh : Hendra AW
ANDA punya komputer baru? Jangan lupa untuk selalu merawatnya. Cara bagaimana merawatnya?Ini sedikit tips dari saya
Perhatikan langkah-langkah berikut ini:
Langkah 1: Kenali sistem Anda
Langkah pencegahan pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuat inventori sistem
komputer. Informasi tersebut diperlukan saat Anda hendak memperbaiki atau menyervis
komputer.
Mulailah dengan mencatat nomor seri dan nomor model. Catatan ini berguna bagi
manufaktur untuk menentukan jenis komponen yang ada dalam sistem Anda. Bila Anda
telah menambahkan suatu komponen, sebutkan model dan nomor versinya.
Anda juga mesti mengenal konfigurasi sistem secara detail. Pada komputer-komputer
berbasis Windows, hal ini berarti mengopi dan mencetak beberapa file sistem penting
yang akan berguna ketika timbul masalah dan Anda memerlukan bantuan seorang teknisi.
Cara yang paling sederhana untuk mengamankan file konfigurasi sistem adalah dengan
menjalankan program Sysedit. Kalau memakai Windows ME ke bawah seperti 95, 98
jalankan Windows Explorer dan kliklah subdirektori System pada direktori Windows di
dalam hard disk. Klik dua kali file Sysedit, maka akan muncul semua file sistem — mulai
dari AUTOEXEC.BAT sampai SYSTEM.INI — di jendela Wordpad. Semua itu bisa
Anda simpan dalam disket atau dicetak. Jika menggunakan Windows 3.1, temukan ikon
Sysedit dalam grup Main.
Anda pun bisa melakukan dengan cara lain, memakai software baru yang tak hanya
melaporkan konfigurasi sistem, melainkan juga secara otomatis mengatasi beberapa
konflik konfigurasi, silahkan cari pada blog ini (http://99computer.blogspot.com)
Seandainya menggunakan Macintosh, Anda tak perlu mengopi file sistem, tapi cukup
membuat daftar semua file INIT dan CDEV — biasa disebut sebagai system extensions –
yang berisi program pembuka (start-up).
Konflik-konflik yang terjadi di antara file-file tersebut merupakan sumber malapetaka
yang biasa terjadi pada mesin-mesin Mac.
Anda bisa melihat daftar file tadi dengan Extensions Manager Control Panel, yang juga
bisa Anda gunakan untuk menghilangkan satu atau lebih extension, sehingga lewat proses
eliminasi tadi, Anda dapat mengidentifikasi file mana yang mengakibatkan masalah. Hanya saja, Extensions Manager tak memungkinkan Anda untuk mencetak daftar itu.
Bila diinginkan, Anda bisa mencetak seluruh layar (print screen).
Langkah 2: Buat CD/DVD ‘boot’ darurat
Kalau komputer mengalami masalah sehingga Anda tak bisa mengakses hard disk, Anda
mesti menggunakan cara lain agar bisa mem-boot sistem. Gunakan CD boot darurat.
Mesin-mesin Macintosh biasanya sudah dilengkapi dengan bootable CD-ROM dan
bootable disket, seperti halnya Norton Utilities untuk Macintosh — sesuatu yang harus
dimiliki pengguna Mac. Untuk PC berbasis Windows, Anda harus membuat sendiri
disket boot itu, menggunakan Add/Remove Programs di control panel.
Pilih Startup Disk tab, dan lalui seluruh proses yang berjalan di bawah Windows 3.1 ini,
Anda harus membuat disket sendiri. Keluarlah ke DOS prompt dan ikuti perintah di
bawah ini. Siapkan satu disket kosong saat Anda menjalankan perintah (jangan lupa
untuk memberi nama label), lalu ketik: – Format /S A: – Copy C:\AUTOEXEC.BAT A: -Copy
C:\CONFIG.SYS A: – Copy C:\WINDOWS\SYSTEM.INI A: – Copy
C:\WINDOWS\WIN.INI A: (lagi…)
Add comment Juni 7, 2008
