Posted by: ajangberkarya | Mei 11, 2008

Konsep dasar menopause

1 Pengertian
Kata menopause berasal dari bahasa yunani yang berarti “bulan” dan “penghentian sementara”.(Wirakusumah,Emma.S, 2004)
Menopause atau mati haid adalah masa dimana seorang perempuan mendapatkan haid atau datang bulan atau menstruasi terakhir secara alami dan tidak lagi haid selama 12 bulan berturut – turut (Departemen Kesehatan RI, 2005).
Umumnya terjadi menopause mulai terjadi pada perempuan berusia sekitar 45 – 55 tahun (Departemen Kesehatan RI, 2005).
2. Patofisiologi Menopause
Jumlah folikel yang mengalami atresia makin meningkat, sampai suatu ketika tidak tersedia lagi folikel yang cukup, produksi estrogen pun berkurang dan tidak terjadi haid lagi yang berakhir dengan terjadi menopause. Oleh karena itu, menopause diartikan sebagai haid alami terakhir, hal ini tidak terjadi bila wanita menggunakan kontrasepsi hormonal pada usia perimenopause. Pendarahan terus terjadi selama wanita masih menggunakan pil kontrasepsi secara siklik dan wanita tersebut tidak mengalami keluhan klimakterik. Kita tidak pernah tahu kapan wanita tersebut memasuki usia menopause. Untuk menentukan diagnosis menopause, pil kontrasepsi harus segera dihentikan dan satu bulan kemudian dilakukan pemeriksaan FSH dan estradiol.
Bila pada usia menopause ditemukan kadar FSH dan estradiol bervariasi (tinggi atau rendah), maka setelah memasuki usia menopause akan selalu ditemukan kadar FSH yang tinggi (>40 mlU/ml). Kadar estradiol pada awal menopause dijumpai rendah hanya pada sebagian wanita, sedangkan pada sebagian wanita lain, apalagi wanita gemuk, kadar estradiol dapat tinggi. Hal ini terjadi akibat proses aromatisasi androgen menjadi estrogen di dalam jaringan lemak. Diagnosis menopause merupakan diagnosis retropektif , bila seorang wanita tidak haid selama 12 bulan, dan dijumpai kadar FSH darah >40 mlU/ml dan kadar estradiol <30 pg/ml, telah dapat dikatakan wantia tersebut telah mengalami menopause (Baziad, 2003).

3 Gejala – gejala Menopause
a. Gejala jangka pendek
Gejala ini sering dijumpai, menimbulkan distress dan menyebabkan banyak wanita yang sebelumnya sehat mencari anjuran medis. Gejala-gejala sering salah diagnosis. Pada beberapa wanita, gejala-gejala menopause mungkin sangat mengganggu kualitas hidup mereka dan sebaiknya tidak diabaikan dalam setiap pembahasan mengenai resiko dan manfaat FSH.
1). Gejala vasomotor
a. Kulit memerah dan panas tiba-tiba
b. Palpitasi
c. Pening
d. Rasa lemah dan ingin pingsan.
Kulit memerah dan panas secara tiba-tiba adalah gejala menopause tersering yang mengenai 80% wanita. Gejala ini dimulai sebelum menstruasi berhenti, menetap selama 2 sampai 5 tahun, dan secara universal dianggap sebagai gejala yang tidak menyenangkan dan memalukan.
Kulit memerah itu dirasakan sebagai sensasi panas yang mengenai dada bagian atas, leher dan wajah, berlangsung hanya beberapa detik atau menetap selama beberapa menit.
Dapat timbul kemerahan pada wajah dan panas yang intens sering diikuti oleh berkeringat walaupun sebagian wanita berkeringat tanpa didahului oleh rasa panas.
Keringat malam disertai gangguan pola tidur normal sering sangat mengganggu, menyebabkan kurang tidur yang kronik baik bagi wanita itu sendiri maupun pasangannya. Sering kemudian timbul letargi dan iritabilitas.
Rasa panas dapat dipicu oleh stres, cuaca panas, alcohol dan makanan berbumbu tajam walaupun sebagian besar timbul tanpa faktor pemicu apapun.
Etiologi dan mekanisme fisiologis pasti yang mendasari masih belum jelas. Sebagai respon terhadap penurunan fluktuatif konsentrasi estradiol, pusat termogulasi di dalam hipotalamus memicu vasodilatasi kulit dan berkeringat disertai meningkatnya suhu kulit sampai sebanyak 5°C.
2). Gejala psikologis
Gangguan-gangguan tersebut adalah :
a). Mood murung
b). Ansietas
c). Iritabilitas dan mood berubah-ubah
d). Labilitas emosi
e). Merasa tidak berdaya
f). Gangguan daya ingat
g). Konsentrasi berkurang
h). Sulit mengambil keputusan
i). Merasa tidak bahagia
b Gejala jangka menengah
1). Atrofi urogenital
Jaringan di saluran urogenital sangat bergantung pada estrogen dan mengalami atrofi akibat defisiensi estrogen.
a). Kekeringan vagina menyebabkan dispareunia, yang kemudian akan menurunkan libido.
b). pH vagina meningkat dan vagina rentan mengalami infeksi oleh bakteri, karena terjadi penurunan kolonisasi oleh laktobasil.
c). Insidensi disuria, frekuensi, urgensi, dan inkotinensia meningkat sering bertambahnga usia, dan terjadi karena atrofi dan berkurangnya jaringan kolagen di sekitar leher kandung kemih.
2). Perubahan kulit
1). Pada pascamenopause terjadi penyusutan generalisata kolagen dari lapisan dermis kulit.
2). Wanita sering mengeluh kulit yang tipis, dan kering disertai kerontokan rambut dan kerapuhan kuku.
3). Sering terjadi keluhan nyeri sendi dan otot yang generalisata dan hal ini juga disebabkan oleh berkurangnya kolagen.
c Gejala jangka panjang
1). Osteoporosis
Pada wanita kepadatan tulang mencapai puncak pada usia pertengahan 30-an setelah itu menurun secara perlahan sampai terjadi akselerasi pesat penurunan massa tulang setelah menopause. Apakah seorang wanita mengalami osteoporosis, ditentukan oleh massa tulang puncak dan laju pengurangan tulang . wanita secara alami dikaruniai tulang kurang padat dibandingkan pria dan resiko fraktur osteoporosis seumur hidup lebih dari dua kali dibandingkan pria.
2). Penyakit kardiovaskuler
Setelah menopause dan pada wanita yang mengalami menopause premature, terjadi peningkatan mencolok dalam insedensi penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung koroner. Hilangnya fungsi ovarium pada menopause berkaitan dengan penyimpangan pada metabolisme lemak, glukosa, dan insulin, distribusi lemak tubuh, koagulasi, dan fungsi arteri (Glasier,2006).

4. Upaya dalam mengatasi gejala – gejala menopause
a. Terapi nonhormonal
1). Arus panas (hot flush)
Dianjurkan untuk meningkatkan asupan vitamin B kompleks untuk menekan stress dengan menormalkan sistem saraf tubuh. Meningkatkan konsumsi makanan tinggi fitoestrogen seperti kacang – kacangan terutama kedelai dan olahannya (tahu, tempe, susu kedelai), dan papaya. Makan sumber vitamin E yang tidak saja dapat memperlancar oksigen tapi juga mencegah pengendapan kolesterol di arteri sehingga peredaran darah menjadi lancar.
2). Kulit kering dan keriput
Makanlah makanan alami bersifat membangun dan tidak merusak, terutama buah – buahan dan sayuran.Tingkatkan asupan vitamin E yang terdapat di biji – bijian terutama biji – bijian yang sudah berkecambah. Vitamin E diyakini dapat menyerap dan menghancurkan pigmen tanda – tanda ketuaan yang timbul pada kulit. Perbanyak minum air putih dan hindari merokok.
3). Pening atau sakit kepala.
Cobalah untuk bersantai, beristirahat atau melakukan meditasi . Hindari hal – hal yang menyebabkan ketegangan, depresi atau stress. Hindari alkohol dan kopi.
4). Pengerutan vagina.
Menggunakan krim estrogen atau gel khusus vagina, melakukan hubungan seks secara teratur.
5). Infeksi saluran kemih.
Banyak mengkonsumsi air putih. Jika kantung kemih dalam keadaan penuh, pembilasan akan sering terjadi sehingga bakteri akan terbawa keluar. Mencuci bersih alat kelamin setelah buang air kecil untuk mencegah masuknya bakteri.
6). Insomnia (sulit tidur).
Menjalani gaya hidup yang positif dan hilangkan pikiran negative. Melakukan aktivitas fisik di siang hari. Aktivitas fisik secara teratur dapat membuat tidur lebih nyenyak. Jangan membiarkan perut dalam kondisi kelaparan.
7). Gangguan psikis dan emosi
Memperbanyak makanan sumber fitoestrogen dan vitamin B6, misalnya kedelai dan produknya seperti tempe, tahu, dan susu kedelai. Vitamin B6 penting untuk memperlancar kerja sistem saraf dan menurunkan tingkat stress. Meningkatkan asupan kalsium menurut Gay Gaer Luce dapat mengurangi kesedihan dengan mempengaruhi fungsi sistem saraf. Perasaan marah dan depresi bisa diakibatkan oleh ketidakseimbangan natrium dan kalium dalam cairan tubuh. Oleh karena itu kurangi garam dan tingkatkan asupan kalium, misalnya jeruk atau pisang. Menghargai dan mencintai diri sendiri dengan cara menerima apa adanya.
8). Oesteoporosis
Meningkatkan asupan kalsium bisa dari susu atau ikan, misalnya ikan teri. Meningkatkan asupan vitamin D dari susu dan paparan sinar matahari pagi (jam 08.00 – 09.00). Meningkatkan asupan estrogen alami (fitoestrogen) dengan banyak mengkonsumsi produk kedelai seperti susu kedelai, tempe dan tahu. Meningkatkan aktifitas fisik (Wirakusumah. Emma. S, 2004).
b. Terapi hormonal
Gejala – gejala menopause dan osteoporosis bisa dibantu dengan menggunakan terapi penyulihan atau penggantian hormone (HRT = Hormone Replacement Therapy) yang dilakukan dengan memasukkan hormon – hormon seksual didalam tablet atau beberapa bentuk lainnya. HRT tidak sesuai bagi setiap perempuan dan adanya beberapa kondisi medis, seperti kanker payudara . HRT perlu waktu lama untuk persiapan sehingga bisa sesuai dengan setiap individu. Salah satu kerugian HRT adalah bahwa kebanyakan persiapan HRT menyebabkan sedikit pendarahan bulanan pada perempuan yang secara normal sudah berhenti menstruasi tetapi persiapan HRT sekarang tersedia bagi perempuan tua dimana tidak ada pendarahan bulanan yang dialaminya (Nash Barbara,2006).

Maaf kalo belum ada daftar pustakanya, mohon kritik dan saran demi perbaikan ke depan, saran kirim ke bowos_123@yahoo.co.id

Leave a response

Your response:

Kategori